Puasa Sunnah 2009

Jadual Puasa Yang Dianjurkan Islam Tahun 2010

Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkankepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya.Berikut adalah jadual...
+ selengkapnya

Mengasah Ketajaman Mata Hati PDF Print E-mail
"Katakanlah, 'Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah (argumentasi) yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'". (QS Yusuf [12]: 108). Ayat di atas merupakan ajakan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan berbasis hujah, atau argumentasi. Sebuah ayat untuk menegaskan bahwa kehidupan keberagamaan seseorang harus dibangun berdasarkan argumentasi yang kuat, melalui ketajaman mata hati, atau basirah. Semakin luas dan tajam basirah seseorang, semakin serius pula amaliah dan praktik keberagamaannya. Keikhlasan dan keistikamahan akan lahir dengan sendirinya. Dalam ayat di atas, Allah mendampingkan proses kewajiban dakwah dengan basirah sebagai sebuah kewajiban syari yang dituntut oleh Islam. Ibnu Katsir mengidentifikasi basirah sebagai sebuah keyakinan yang berlandaskan argumentasi syari dan aqli yang kokoh, serta tidak taklid buta. Menurut Syaukani, basirah adalah pengetahuan yang mampu memilah yang hak dari yang batil, benar dari salah, dan begitu seterusnya. Untuk mendapati ketajaman basirah, banyak amaliah yang harus dipenuhi. Pertama, adanya sebuah kesadaran niat yang benar. Karena, niat yang salah akan turut mempengaruhi kinerja dan mengakibatkan kerja yang asal-asalan. Terlebih, ibadah dan amaliah ketaatan cenderung naik turun. Inilah rahasianya mengapa setiap amal dalam Islam harus didasari niat yang benar dan tulus karena Allah. Kedua, untuk menajamkan basirah, mutlak seseorang harus tobat secara sungguh-sungguh. (QS At-Tahrim [66]: 8). Ketiga, menyisihkan hasrat dunia dengan tak tebersit untuk menabung banyak dosa dan maksiat. (QS Al-Hujurat [49]: 11). Keempat, serius menjaga amalan wajib dan menghidupkan yang sunah (QS Thoha [20]: 90). Kelima, menghidupkan waktu terutama di malam hari dengan banyak berzikir dan bermuhasabah. Siang banyak berbuat kebajikan dan malam tidak dihabiskan dengan tidur. "Sesungguhnya, mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat dengan ihsan. Di dunia, mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan, selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar". (QS Adz-Dzariyat [51]: 16-18). Hal lain adalah menumbuhkan rasa takut terhadap hisab akhirat. Selain itu, perlu melatih ketekunan, kesabaran, dan kokoh terhadap gempuran godaan. Dari titik inilah, seseorang secara perlahan akan memiliki ketajaman mata hati (basirah) sehingga amaliah dakwahnya akan senantiasa dinamis dan cerdas mencari kreativitas baru dalam berdakwah. Contoh sosok yang memiliki basirah mengagumkan adalah Nabi Nuh AS. Di tengah penolakan kaumnya, ia tetap mencari terobosan baru dalam berdakwah. Ia tetap komit dan tegar, bahkan mencari alternatif sarana dakwah yang beragam sesuai dengan kondisi dan tuntutan kaumnya. Red: Budi Raharjo Rep: Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham sumber: republika
Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Prev   Next >

Al Quran Dalam Berbagai Bahasa

Al Quran

Waktu Sholat Jakarta

Waktu Athan klik disini
Fajr 04:49 AM
Sunrise 05:58 AM
Dhuhur 12:07 PM
Asr 03:15 PM
Maghrib 06:14 PM
Isha 07:21 PM

Testimonial

vikki rosellini :
Subhanalloh, website mas sigit tambah menarik ajah. 
 <
topek :
bagus tapi kita perlu mendalami agar tidak sia sia
uwie_chan :
blognya keren... artikelnya bagus dan bermanfaat.... tanpa disadari te
Much Eka :
Om...???! 
 
mana helmnya...???hehehehe 
ajat munajat :
setelah saya lihat website ini kayanya boleh juga buat yang ingin mena
arjan van westen :
Sigit is a nice and clever guy. I know him from Jakarta and he showed

Partner (pasang Logo GRATIS)

Mahasiswa Universitas Indonesia  Dompet Dhuafa Republika idRooT Hosting Solution   Rentalindo  Bank Muamalat  RSIA Permata Cibubur